Dari pagi sampai siang sang mentari gak berani
menampakkan diri dengan gagah, bukan muram tapi bumi bernuansa teduh. Menjelang
sore awan mendung siuman dan dari kejauhan mulai menampakkan diri, terus
bergerak dan menyebar seakan tergesa-gesa ingin membasahi bumi. Yang tak kalah
garang adalah angin, dia membawa awan mendung ke segala penjuru sampai
bergulung-gulung dan bergelombang, hempasannya membuat pepohonan terjaga. Sore
harinya langit gelap dipenuhi awan mendung, dan hujan pun turun sebagai
anugerah meski menutup keindahan memerahnya langit di saat senja. Harmoni alam
yang berkesan pada musim penghujan.
Sabtu, 18 November 2017
Selasa, 14 November 2017
Ia
Kenapa harus ada yg disalahkan karena mencairnya es
abadi di kutub?
Apa tidak ada yg memahami kalau ia sepi dalam kebekuan?
Ia ingin mencair dan mengalir untuk menyapa bahtera yg memecah ombak. Ia-pun ingin menjadi awan yg bisa terbang dan gerimis yg romantis atau hujan yg membuat bumi tersenyum.
Apa tidak ada yg memahami kalau ia sepi dalam kebekuan?
Ia ingin mencair dan mengalir untuk menyapa bahtera yg memecah ombak. Ia-pun ingin menjadi awan yg bisa terbang dan gerimis yg romantis atau hujan yg membuat bumi tersenyum.
Senin, 13 November 2017
SEPI DI PENGHUJUNG WAKTUNYA
Malam ini terang, bulan begitu sempurna bersinar dan
gemerlap bintang membuat malam serasa tidak sepi. Tidak seperti bulan, jumlah
bintang begitu banyak dan mungkin tak terkira, sehingga bila ada diantaranya
yang padam atau redup dan jatuh tidak ada rasa kehilangan yang menyertainya,
luput dari perhatian. Bintang yang mempesona dengan sinarnya yang indah itu
merasa sepi di penghujung waktunya.
RINDU YANG TERSIMPAN
Malam ini langit gelap tertutup mega, tidak ada bulan
ataupun bintang. Tidak ada yang menanyakan tentang terangnya sinar bulan atau
gemerlapnya bintang, selain hanya dalam bentuk rasa rindu yang tersimpan. Saat
ini merupakan giliran mega untuk menentukan nuansa dan corak langit, tidak
terdengar senandung protes karena semua mengerti saat ini adalah musim
penghujan dan semua harus membiasakan diri kalau langit akan senantiasa
tertutup mega. Terang atau gelap semua ada gilirannya, dan alam punya
perhitungnnya sendiri yang terukur.
Langganan:
Postingan (Atom)